Prospek Ekspor Kopi 2015 Mulai Cerah

Wike Dita Herlinda

Jum’at, 16/01/2015 10:06 WIB

Bisnis.com, SURABAYA – Ketua Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) Hutama Sugandhi menjelasan pengusaha sektor perkopian berharap ada titik cerah untuk ekspor 2015, sehingga performa yang sempat loyo tahun lalu dapat pulih tahun ini.

Dia menggambarkan ekspor kopi nasional 2014 turun secara volume antara 25%-30%, sedangkan secara nilai terkoreksi 10%. Hal itu disebabkan produksi nasional menurun 25%-30% akibat anomali cuaca di sentra-sentra produksi kopi di kawasan segitiga emas.

Ekspor 2014 secara total turun menjadi 475.000 ton, mencakup ekspor biji kopi 380.000 ton dan kopi olahan 90.000 ton. Adapun, secara nilai, penjualan kopi turun 10% menjadi hanya US$1,3 miliar tahun lalu.

“Tapi, yang menggembirakan, hasil survei kami untuk 2015 produksi kopi mulai kembali normal. Harapannya, ekspornya pun bisa mendekati performa yang sama seperti 2013. Tahun ini diharapkan bisa kembali mencapai 600.000 ton atau US$1,8 miliar,” katanya.

Di tengah tren ekspor kopi nasional yang melemah, Sughandi memaparkan ekspor kopi dari Jawa Timur justru menguat. Ekspor kopi Jatim pada 2012 hanya 52.000 ton, sebelum naik menjadi 68.000 ton pada 2013, dan menembus 73.000 ton pada tahun lalu.

Secara nilai, penjualan kopi dari Jatim juga meraup peningkatan dari hanya US$135 juta pada 2012, menjadi US$156 juta pada 2013, dan US$195 juta pada 2014. “Provinsi Jatim bisa meningkat karena ada intensifikasi dan political will dari pemain di daerahnya.”

 http://market.bisnis.com/read/20150116/94/391563/prospek-ekspor-kopi-2015-mulai-cerah

 http://www.bumn.go.id/ptpn9/berita/2384/Prospek.Ekspor.Kopi.2015.Mulai.Cerah

 

Anomali Cuaca Pukul Ekspor Kopi Indonesia

Martin Sihombing

Kamis, 15/01/2015 21:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspor kopi secara nasional mengalami penurunan 20%-25% menjadi 475.000  ton selama  2014 karena dipengaruhi anomali cuaca di Tanah Air.

“Besaran itu secara volume pada 2014. Tapi dilihat dari sisi nilai ekspor tahun lalu, maka turun antara 10%-15% menjadi US$1,3 miliar dibanding 2013,” kata Ketua Umum Gabungan Eksportir Kopi Indonesia(GAEKI), Hutama Sugandhi, Kamis (15/1/2015).

Meski demikian, optimistis dia, pada 2015 ekspor kopi Indonesia membaik setelah sempat tertekan 2014. Kalau tahun ini GAEKI melihat iklim dapat kembali normal. “Dengan faktor itulah kami yakin ekspor nasional bisa di posisi yang baik atau normal seperti kinerja tahun 2013,” ujarnya, Antara.

Selama 2015, jelas dia, ekspor kopi ditargetkan dapat mencapai 600.000 ton dengan nilai US$1,8 miliar. Pada  2013, performa ekspor kopi Indonesia didominasi biji kopi sebanyak 530.000  ton dan sisa 70.000 ton merupakan kopi olahan.

“Pemicu membaiknya ekspor kopi 2015 di antaranya penurunan suplai dari eksportir kopi lain seperti Brasil dan Vietnam,” katanya.

Ia mencontohkan, pada tahun ini Brasil diperkirakan menghadapi gangguan cuaca. Kemudian kondisi di Vietnam justru mengalami peak season. “Di sisi lain, walaupun 2014 kinerja ekspor kopi secara nasional turun hal itu tidak berlaku di wilayah Jatim yang menunjukkan kenaikan,” katanya.

Ia menyebutkan, pada 2012 ekspor kopi Jatim terealisasi 52.000 ton dengan nilai US$135 juta. Pada 2013 mengalami kenaikan menjadi 68.000 ton dengan nilai US$165 juta. “Berikutnya, 2014 naik lagi menjadi 73.000 ton dengan nilai US$190 juta,” katanya.

Secara umum, lanjut dia, pencapaian ekspor kopi Jatim didominasi 90% biji kopi, sedangkan 10% adalah kopi olahan.

http://industri.bisnis.com/read/20150115/12/391448/anomali-cuaca-pukul-ekspor-kopi-indonesia-

 

2014, Ekspor Kopi Nasional Turun 20-25 Persen

Surabaya – Ekspor kopi secara nasional mengalami penurunan 20-25 persen menjadi 475 ribu ton selama tahun 2014 karena dipengaruhi anomali cuaca di Tanah Air.

“Besaran itu secara volume pada tahun 2014. Tapi dilihat dari sisi nilai ekspor tahun lalu maka turun antara 10-15 persen menjadi US$ 1,3 miliar dibandingkan tahun 2013,” kata Ketua Umum Gabungan Eksportir Kopi Indonesia(GAEKI), Hutama Sugandhi, ditemui di Surabaya, Kamis (15/1).

Meski demikian, optimistis dia, pada tahun 2015 ekspor kopi Indonesia membaik setelah sempat tertekan tahun 2014. Kalau tahun ini GAEKI melihat iklim dapat kembali normal.

“Dengan faktor itulah kami yakin ekspor nasional bisa di posisi yang baik atau normal seperti kinerja tahun 2013,” ujarnya.

Selama tahun 2015, jelas dia, ekspor kopi ditargetkan dapat mencapai 600 ribu ton dengan nilai US$ 1,8 miliar. Pada tahun 2013, performa ekspor kopi Indonesia didominasi biji kopi sebanyak 530 ribu ton dan sisa 70 ribu ton merupakan kopi olahan.

“Pemicu membaiknya ekspor kopi tahun 2015 di antaranya penurunan suplai dari eksportir kopi lain seperti Brazil dan Vietnam,” katanya.

Ia mencontohkan, pada tahun ini Brazil diperkirakan menghadapi gangguan cuaca. Kemudian kondisi di Vietnam justru mengalami peak season.

“Di sisi lain, walaupun tahun 2014 kinerja ekspor kopi secara nasional turun hal itu tidak berlaku di wilayah Jatim yang menunjukkan kenaikan,” katanya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2012 ekspor kopi Jatim terealisasi sebesar 52 ribu ton dengan nilai US$ 135 juta. Tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 68 ribu ton dengan nilai US$ 165 juta.

“Berikutnya, tahun 2014 naik lagi menjadi 73 ribu ton dengan nilai US$ 190 juta,” katanya.

Secara umum, lanjut dia, pencapaian ekspor kopi Jatim didominasi 90 persen biji kopi sedangkan 10 persennya adalah kopi olahan.

Penulis: /FQ

Sumber :Antara

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/149549/ekspor-kopi-nasional-2014-turun-20-25-persen

http://www.beritasatu.com/ekonomi/241049-2014-ekspor-kopi-nasional-turun-2025-persen.html



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

This entry was posted on 19/01/2015 and is filed under Berita. Written by: . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.